
Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang, permukaan licin, serta genangan air saat musim hujan kerap menyebabkan kecelakaan tunggal. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para siswa, guru, dan orang tua yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk menuju sekolah.
“Kalau hujan, jalannya licin dan tertutup air. Sudah sering pengendara motor terjatuh, terutama anak-anak sekolah,” ungkap salah satu warga setempat.

Selain mengancam keselamatan, kondisi jalan juga menghambat aktivitas belajar mengajar. Beberapa siswa terpaksa datang terlambat atau bahkan absen saat hujan deras karena khawatir melintas di jalan yang rusak.
Masyarakat dan pihak sekolah berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera mengambil langkah perbaikan. Mereka juga meminta perhatian langsung dari Bupati Pesawaran agar akses pendidikan yang aman dan layak dapat segera terwujud.
“Jalan ini akses utama menuju sekolah. Kami sangat berharap ada perhatian serius dan perbaikan secepatnya demi keselamatan dan kelancaran pendidikan anak-anak,” tambah warga lainnya.
Hingga saat ini, warga Desa Sriwedari masih menantikan tindak lanjut dari pemerintah daerah agar permasalahan akses menuju SMPN 11 Pesawaran dapat segera diatasi.

















